JAKARTA, 3 Juni 2026 – Kejaksaan Agung RI akhirnya merilis keterangan pers resmi yang mengonfirmasi penetapan status tersangka dan penahanan terhadap tiga mantan pejabat tertinggi Badan Gizi Nasional (BGN), hanya sehari setelah mereka dicopot dari jabatan oleh Presiden Prabowo Subianto .
Ketiga tokoh tersebut adalah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, serta dua mantan Wakil Kepala, Lode Wyk Pusung dan Sonny Sonjaya. Dalam rilis bernomor RILIS/06/Jampidsus/06/2026, Kejagung menyatakan ketiganya disangkakan melakukan tindak pidana korupsi terkait dugaan praktik jual beli hak dan penentuan lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur pelayanan program Makan Bergizi Gratis.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sekitar pukul 17.12 WIB, ketiga tersangka terlihat dibawa keluar dari gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Mereka mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda khas kejaksaan dengan tangan terborgol, lalu langsung digiring masuk ke mobil tahanan untuk dibawa ke tempat penahanan .
Penyidik mulai memeriksa ketiganya sejak pukul 04.00 WIB pagi ini. Berdasarkan bukti permulaan yang cukup serta kekhawatiran akan hilangnya barang bukti atau pengaruh terhadap saksi, penahanan ditetapkan selama 20 hari kerja terhitung hari ini sesuai aturan hukum yang berlaku .
Sejak pagi, tim penyidik juga menggeledah Kantor Pusat BGN di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, untuk mengamankan dokumen, data, dan barang bukti lain yang relevan. Akses ke beberapa ruangan dibatasi dan aktivitas pegawai berjalan terbatas selama proses berlangsung .

“Langkah hukum ini diambil demi menegakkan hukum dan keadilan, serta memastikan program prioritas nasional berjalan akuntabel dan bermanfaat bagi masyarakat. Penegakan hukum tidak memandang jabatan, melainkan berlandaskan fakta dan bukti,” tegas Plt. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Mochamad Jeffry, dalam keterangannya.
Pencopotan jabatan yang menjadi awal rangkaian peristiwa ini diputuskan Presiden Prabowo Selasa malam kemarin. Posisi Dadan kini diisi Nanik Sudaryati Deyang, sementara dua wakil baru dijabat Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono .
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman sebelumnya membenarkan dugaan jual beli lokasi SPPG menjadi salah satu alasan utama pergantian pimpinan tersebut. “Ya, kemungkinan besar seperti itu. Banyak informasi masuk ke Presiden,” ujar Dudung di Kompleks Parlemen, Senayan .
BGN menjadi sorotan publik karena mengelola program strategis nasional dengan anggaran sangat besar. Lembaga ini sebelumnya sempat dikritik soal pemborosan, distribusi tidak merata, hingga kualitas gizi yang belum memenuhi harapan. Padahal Februari lalu, Dadan dan Sonny justru sempat menerima tanda kehormatan negara atas kinerja di program yang sama .
Kejagung menegaskan akan memproses perkara ini secara objektif dan transparan. Publik diminta tidak menyebarkan informasi belum terverifikasi dan menunggu perkembangan resmi selanjutnya. Hingga berita diturunkan, belum ada rincian nilai kerugian negara yang ditimbulkan maupun daftar lengkap barang bukti yang disita .

Sumber : Live CNN Indonesia

