Sen. Jun 15th, 2026

Penghasil Minyak Namun Minyak Langka, Bengkalis Oh Bengkalis

Kelangkaan dan Antrian BBM Yang Pernah Terjadi Di Pulau Bengkalis.

 

 

BENGKALIS- Apakah harus bahagia atau sedih, tahun 2025 hitungan jam akan pergi dan tahun 2026 sebentar lagi menjelang. Sore hari diujung tahun sengaja mencari minyak untuk kendaraan roda dua kebanggaan. Menyusuri jalanan Bengkalis sore penutup tahun, Rabu (31/12/2025).

Motor tua berjalan pelan sambil memperhatikan pinggiran jalan kota Bengkalis, apakah ada minyak Pertalite yang dijual untuk mengisi bahan bakar motor tua yang penuh jasa ini.

Setelah setengah jam barulah dapat minyak yang dicari, Pertalite oh Pertalite akhirnya engkau berhasil didapati walaupun terpaksa harus antri bersama pembeli lainnya.

Ia merasa bingung, apakah penyebab kelangkaan minyak Pertalite yang sering terjadi belakangan ini. Sebelumnya, masih di bulan sama Desember pernah terjadi kelangkaan dan antrian mengular terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Bengkalis karena alasan kapal penyeberangan roro Sungai Pakning ke Bengkalis hanya jalan satu unit, namun saat ini telah berjalan tiga kapal roro kenapa kelangkaan minyak masih terjadi.

Setelah beberapa waktu sampai giliran motor tuanya mendapat giliran diisi minyak Pertalite di salah satu pengecer di kota Bengkalis,  hanya dua liter yang mampu ia beli dan lanjut menapaki jalan kota Bengkalis sambil melihat dimana saja minyak dapat dibeli, termasuk SPBU ia datangi.

Di SPBU ia melihat antrian cukup panjang motor dan mobil menunggu saatnya sampai untuk pengisian BBM terkhusus Pertalite. Ia menatap sedih melihat antrian yang terjadi.

Didalam hati hanya mampu bergumam, ia bertanya apa lagi yang terjadi. Kenapa pemandangan antrian BBM semakin sering terjadi, dimana kelangkaan terjadi dalam bulan penutup tahun 2025 ini telah dua kali terjadi.

” Siapakah yang harus disalahkan dalam kelangkaan BBM terjadi, ” ucapnya

Penutup tahun penuh cerita dukacita, inilah yang dirasakan hampir kebanyakan masyarakat Pulau Bengkalis, cerita tanpa mampu bersuara demi menjaga apa yang ada.

Ia hanya mampu berdoa dan berharap, jadikan masyarakat Bengkalis tuan dinegerinya sendiri dan jauhkan negeri Bengkalis dari bencana yang tak diingini.

” Ya Allah, kabulkan do’a dan harapan kami masyarakat Bengkalis ini, Aamiin, ” do’anya menutup cerita di malam tahun baru 2026.

 

Sumber  : B’76

Editor     : B’76

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *