BENGKALIS- Duduk menyepi melihat deburan ombak Pantai Selatan Baru di Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, Rabu (31/12/2025).
Melihat riak gelombang yang bebas kesana kemari tanpa beban, gulungan demi gulungan gelombang yang cukup memberikan ketenangan di lubuk hati kecil terdalam.
Sesosok anak muda yang sudah tak muda lagi duduk menikmati ketenangan di akhir tahun 2025, mendengus menghempas kecil deru di dada yang secara pandangan melihat indahnya ciptaan ilahi robbi.
Ia tinggal di negeri yang katanya kaya akan hasil alamnya, diatas minyak dan dibawah minyak itulah orang luar menyebutnya. Namun ia bingung, kenapa negerinya jauh dari kata kemakmuran.
Dan ia berfikir, adilkah negeri ini kepada masyarakatnya. Entahlah, ia mencari dimanakah keadilan itu berada sebenarnya. Ia juga bingung, kenapa hidup di negeri yang kaya hasil alamnya namun sedih melihat kehidupan masyarakatnya.

Didalam hati ia bergumam, dimana rasa keadilan itu harus dicari dan didapati. Haruskah diakhir tahun 2025 ini bisa berharap keadilan akan didapatkan masyarakat Kabupaten Bengkalis ditahun 2026 nanti, entahlah.
” Berbuat baik dianggap aneh bila dilihat oleh orang yang pembuat kesalahan dan dosa yang jumlahnya jauh lebih besar, ” ungkapnya.
Kembali ia hanya bisa berharap, semoga di tahun 2026 nanti negeri ini bisa mencapai keadilan dan mewujudkan kesejahteraan untuk masyarakat Kabupaten Bengkalis secara menyeluruh.
Ia juga mengingatkan, negeri Bengkalis adalah negeri yang bertuan dan ingatlah akan petuah lama ” Air Tenang Bukan Tak Ada Penunggunya, Tapi Ia Akan Hadir Di Waktu dan Saat Yang Tepat “.
Bangkitlah wahai negeri ku Bengkalis, sudah lama engkau tertidur dengan lelap dalam mimpi panjang mu.

Sumber : Redaksi
Editor : B’76

